Evaluasi Efisiensi Sistem Distribusi Menggunakan Metode Cross Docking pada Perusahaan Logistik
Keywords:
Cross Docking; Efisiensi Distribusi; Manajemen Logistik; Indeks Efisiensi; Studi Kasus LongitudinalAbstract
Inefisiensi sistem distribusi merupakan permasalahan strategis yang dihadapi industri logistik, tercermin dari tingginya biaya inventori, lead time yang panjang, dan rendahnya tingkat ketepatan pengiriman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi sistem distribusi sebelum dan sesudah implementasi metode cross docking pada sebuah perusahaan logistik pihak ketiga (3PL) berskala nasional. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus longitudinal dengan desain before-after quasi-experimental, menganalisis data operasional selama 12 bulan (Januari–Desember 2023). Delapan indikator kinerja dianalisis mencakup Lead Time Distribusi, Biaya Distribusi per Ton, On-Time Delivery Rate (OTDR), Dock-to-Stock Time, Utilisasi Ruang Gudang, Throughput Harian, Biaya Inventori, dan Indeks Efisiensi Distribusi komposit. Uji Wilcoxon Signed-Rank digunakan untuk menguji signifikansi perbedaan kinerja pra dan pasca implementasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator (p < 0,001): lead time berkurang 50,0%, biaya distribusi per ton turun 35,8%, OTDR meningkat dari 79,3% menjadi 94,1%, dan throughput harian naik 75,0%. Indeks Efisiensi Distribusi komposit meningkat sebesar 105,6% dari 0,412 menjadi 0,847. Analisis biaya-manfaat menunjukkan payback period hanya 3,2 bulan dengan ROI tahun pertama sebesar 280,0%. Hambatan utama yang teridentifikasi meliputi resistensi operator, inkompatibilitas sistem WMS, dan ketidaksinkronan jadwal pemasok. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka evaluasi cross docking yang komprehensif dan dapat direplikasi untuk konteks industri logistik di negara berkembang.