Analisis Produktivitas Kerja Menggunakan Pendekatan 5S pada Industri Manufaktur Skala Menengah
Keywords:
5S; Produktivitas Kerja; Manufaktur; OEE; Indeks Produktivitas KompositAbstract
Produktivitas kerja di industri manufaktur skala menengah masih menghadapi tantangan signifikan akibat tata kelola area kerja yang tidak terstandar, waktu non-produktif yang tinggi, dan tingginya tingkat produk cacat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak implementasi metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) terhadap produktivitas kerja di sebuah perusahaan manufaktur komponen otomotif berskala menengah. Pendekatan penelitian menggunakan desain studi kasus longitudinal before-after quasi-experimental dengan pengukuran data operasional selama 12 bulan (Januari–Desember 2023). Data dikumpulkan melalui observasi, audit 5S terstruktur, pengukuran indikator produksi, serta wawancara dengan karyawan dari beberapa departemen terkait.. Delapan indikator produktivitas dianalisis Output per Jam (OPJ), Waktu Setup Mesin (WSM), Defect Rate (DR), Utilisasi Mesin (UM), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Waktu Pencarian Alat (WPA), Kepatuhan 5S, dan Indeks Produktivitas Kerja (IPK) komposit menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dan analisis korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada berbagai indikator produktivitas setelah implementasi 5S, termasuk peningkatan output, efektivitas peralatan, dan penurunan tingkat cacat produk. IPK komposit meningkat 104,4% dari 0,387 menjadi 0,791. Analisis korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang kuat antara skor 5S agregat dan IPK (rs = 0,874, p < 0,001), dengan Seiton (Penataan) sebagai pilar dengan korelasi tertinggi terhadap produktivitas (rs = 0,824). Hambatan utama yang teridentifikasi adalah resistensi karyawan dan ketiadaan standar visual. Penelitian ini mengusulkan penggunaan Indeks Produktivitas Kerja komposit sebagai pendekatan evaluasi produktivitas yang mengintegrasikan dimensi efisiensi output, kualitas, dan ketersediaan aset dalam kerangka evaluasi 5S yang komprehensif.