Analisis Penerapan Lean Manufacturing dalam Mengurangi Waste Produksi pada Industri Manufaktur
Keywords:
Lean Manufacturing; 8 Waste; Value Stream Mapping; TIMWOODS; Process Cycle EfficiencyAbstract
Pemborosan (waste) produksi merupakan permasalahan struktural yang secara sistematis mengurangi kapasitas efektif, meningkatkan biaya, dan menurunkan daya saing industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan lean manufacturing dalam mengidentifikasi, mengukur, dan mereduksi delapan jenis waste (TIMWOODS) pada sebuah perusahaan manufaktur komponen mekanik berskala menengah. Pendekatan penelitian menggunakan studi kasus longitudinal before-after quasi-experimental dengan periode penelitian 12 bulan (Januari–Desember 2023). Tiga metode pengumpulan data digunakan: (1) Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan aliran nilai dan mengidentifikasi waste; (2) pengukuran delapan indikator kinerja utama (KPI) berbasis data produksi harian; dan (3) wawancara mendalam dengan 12 informan kunci untuk mengeksplorasi hambatan implementasi. Tujuh lean tools diimplementasikan secara terencana: 5S, VSM, Kanban, SMED, Kaizen Events, Cellular Manufacturing, dan Poka-Yoke. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank (n=6 per fase). Hasil penelitian menunjukkan reduksi waste yang signifikan (p=0,028) di seluruh indikator: lead time produksi turun 44,9% dari 18,5 menjadi 10,2 hari, defect rate berkurang 59,4% dari 6,9% menjadi 2,8%, WIP inventory turun 58,4%, dan produktivitas output meningkat 21,4%. Process Cycle Efficiency meningkat dari 16,8% menjadi 25,0% (+48,8%). Analisis biaya-manfaat menghasilkan payback period 4,4 bulan dengan ROI tahun pertama 173,3%. Lima hambatan utama teridentifikasi, dengan resistensi karyawan dan ketidakseimbangan takt time sebagai yang paling kritis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka implementasi lean terintegrasi yang menggabungkan VSM, analisis 8 waste, dan evaluasi kinerja multidimensi dalam satu studi kohesif.