Evaluasi Kinerja Produksi Menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Industri Pengolahan

Authors

  • Mutiara Ade Universitas Ibnu Sina Author
  • Albertus Laurensius Setyabudhi Universitas Ibnu Sina Author
  • Sherly Agustini Universitas Ibnu Sina Author

Keywords:

OEE; Six Big Losses; Total Productive Maintenance; Kinerja Produksi; Industri Pengolahan

Abstract

Kinerja mesin produksi yang rendah menjadi salah satu penyebab utama hilangnya kapasitas produksi dan meningkatnya biaya operasional di industri pengolahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja produksi menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan menganalisis dampak program intervensi Total Productive Maintenance (TPM) terhadap peningkatan OEE pada sebuah perusahaan pengolahan industri berskala menengah. Pendekatan penelitian menggunakan studi kasus longitudinal before-after quasi-experimental dengan analisis data operasional 12 bulan (Januari–Desember 2023). Data dikumpulkan dari enam unit mesin utama dalam dua lini produksi meliputi data downtime, waktu setup, output aktual, dan data kualitas. Analisis mencakup: (1) dekomposisi OEE ke tiga komponen—Availability, Performance Rate, dan Quality Rate; (2) kuantifikasi Six Big Losses dan analisis Pareto; (3) evaluasi dampak lima program TPM; serta (4) analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan OEE rata-rata dari 58,7% (kategori "Marginal") menjadi 79,4% (kategori "Good"), mendekati benchmark kelas dunia 85%. Peningkatan terbesar terjadi pada Availability (+12,9 pp), diikuti Performance Rate (+11,3 pp) dan Quality Rate (+1,8 pp). Dekomposisi Six Big Losses mengidentifikasi Breakdown Losses dan Idling & Minor Stoppage Losses sebagai kontributor terbesar yang berhasil direduksi masing-masing sebesar 54,9% dan 62,0%. Mean Time Between Failure (MTBF) meningkat 166,5% dari 48,3 menjadi 128,7 jam, sementara Mean Time To Repair (MTTR) turun 66,2% dari 6,8 menjadi 2,3 jam. Seluruh perubahan signifikan secara statistik (Wilcoxon Z = −2,201, p = 0,028). Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan road map implementasi TPM berbasis OEE yang mengorientasikan intervensi secara hirarkis dari komponen dengan gap terbesar terhadap benchmark.

Downloads

Published

21-05-2026

How to Cite

Evaluasi Kinerja Produksi Menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Industri Pengolahan. (2026). Journal of Intelligent Logistics Engineering (JILE), 1(01), 48-60. https://e-jurnalkom.org/index.php/jile/article/view/5